Keistimewaan Mengusap Hajar Aswad, Batu Hitam yang Asalnya dari Surga
Mengunjungi Baitullah untuk menunaikan ibadah haji atau umrah, tak lengkap rasanya jika tak melihat Hajar Aswad. Ya, batu hitam yang disinyalir berasal dari surga ini selalu menarik perhatian para jamaah karena memiliki banyak keistimewaannya. Tak puas hanya menyentuh, bahkan jamaah berusaha untuk bisa mencium Hajar Aswad ini. Apa sih, istimewanya dari batu hitam ini dibanding dengan batu-batu yang lain?
Berikut ini sejarah dan keistimewaan Hajar Aswad yang wajib Anda ketahui, sehingga Anda dapat memahami mengapa umat muslim berusaha untuk bisa mencium Hajar Aswad waktu melaksanakan ibadah haji dan umrah di tanah suci.
Sejarah Hajar Aswad, Batu Hitam yang Berasal dari Surga
Hajar Aswad bukanlah batu kebanyakan, yang umum kita temui di sekitar. Hal ini disebabkan batu hitam ini bukan asli dari bumi maupun luar angkasa, akan tetapi diyakini sebagai batu yang asalnya dari surga. Seperti sabda Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan Ahmad dan Tirmidzi, “Hajar Aswad adalah batu yang asalnya dari surga.”
Belum diketahui secara pasti bagaimana Hajar Aswad tersebut bisa tiba di bumi, apakah turun bersama dengan turunnya Nabi Adam AS, ataukah malaikat yang membawanya dari surga atas perintah Allah pada masa Nabi Ibrahim. Mengenai Hajar Aswad yang berasal dari surga ini, diyakinkan dengan beberapa fakta penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan yang menggungkapkan bahwa Hajar Aswad mempunyai struktur serta karakteristik yang berbeda dengan batuan yang berasal dari bumi maupun luar angkasa.
Disebut Hajar Aswad karena batu ini berwarna hitam, nama ini diambil dari kata dalam bahasa Arab yakni ‘Hajar’ yang berarti batu dan ‘Aswad’ yang berarti hitam. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa awalnya hajar aswad berwarna putih, lebih putih dari susu. Kemudian warnanya berubah jadi hitam sebab perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia. Hal ini diperkuat dalam sebuah hadits berikut:
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW telah bersabda, ”Hajar Aswad itu turun dari surga, warnanya lebih putih dari susu, dosa-dosa manusia lah yang membuat warnanya menjadi hitam.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Al Baihaqi)
Photo by Haydan As-soendawy from Pexels
Namun, nantinya Hajar Aswad ini akan berubah warna menjadi seperti aslinya. Karena segala sesuatu yang berasal dari surga akan kembali ke surga sebelum hari kiamat. Ada pula yang menyebut, Hajar Aswad itu terang dan bersinar bahkan manusia tak dapat melihatnya saking terangnya jika saja Allah tak memadamkan kilaunya.
Cerita Peletakan Hajar Aswad di Zaman Rasulullah
Awalnya, Hajar Aswad diketemukan oleh Nabi Ismail lalu oleh Nabi Adam ditaruh di atas pondasi Ka’bah. Ada sejarah yang menyebutkan bahwa Hajar Aswad ini diantar langsung oleh Malaikat Jibril dari surga pada Nabi Ismail, lalu ia berikan kepada ayahnya yaitu Nabi Ibrahim.
Sebelum diletakkan di salah satu sisi Ka’bah, Nabi Ibrahim membawa Hajar Aswad tersebut berkeliling Ka’bah sebanyak tujuh kali sembari menciuminya. Itulah awal Hajar Aswad diletakkan dekat dengan Ka’bah dan terus dijaga. Tetapi, Hajar Aswad sempat berpindah tempat disebabkan banjir bandang yang terjadi di Kota Makkah.
Saat itu, Kaum Quraisy bertengkar hebat dan saling berselisih pendapat tentang siapa yang akan meletakkan kembali Hajar Aswad ke dekat Ka’bah. Maka, ada yang mengusulkan bahwa mereka akan bertanya kepada orang yang terkenal paling jujur yakni Muhammad bin Abdullah.
Kemudian, dengan bijak Muhammad berkata, “Ambilkan aku sepotong kain,” lalu dibawakan lah selembar kain putih yang dibentangkan dan beliau meletakkan Hajar Aswad di atasnya. Lalu, beliau berkata, “Hendaknya setiap kabilah memegang sisi-sisi kain tersebut, dan membawanya ke dekat Ka’bah.” Maka, selesai sudah masalah tersebut dengan damai atas kebijaksanaan Nabi Muhammad yang waktu itu usianya baru 30 tahun.
Keistimewaan Hajar Aswad
Hajar Aswad bukanlah batu biasa, melainkan batu yang sangat istimewa bagi umat muslim. Ada beberapa keistimewaan yang pastinya dapat membuat Anda semakin ingin menyentuh serta menciumnya langsung di tanah suci. Apa saja keutamaan dari Hajar Aswad ini?
Batu yang berasal dari surga
Seperti yang telah dijelaskan di atas, Hajar Aswad adalah batu yang berasal dari surga. Diturunkan oleh Allah SWT sebagai bukti kebesaran Allah. Belum pernah ditemui batu sejenis Hajar Aswad dalam sistem tata surya, menjadi bukti bahwa batu hitam ini memang sangat istimewa.
Berada di Masjidil Haram, di sisi Ka’bah
Keutamaan berikutnya yaitu Hajar Aswad terletak di dekat bangunan Ka’bah, tepatnya di sisi sebelah tenggara Ka’bah. Tentunya, Anda hanya bisa menjumpai Hajar Aswad saat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, atau ketika mengerjakan ibadah haji dan umrah. Pastinya, ini akan semakin memberikan semangat Anda untuk segera berangkat haji maupun umrah bukan?
Menjadi titik awal dari rukun thawaf
Hajar Aswad juga menjadi titik awal dari pelaksanaan salah satu rukun haji dan umrah yaitu thawaf. Thawaf adalah berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali bermula dari Hajar Aswad di akhiri di Maqam Ibrahim. Jadi, Hajar Aswad cukup penting keberadaannya.
Mengusap serta) menciumnya merupakan sunnah Rasul
Hukum dari mengusap serta mencium Hajar Aswad adalah sunnah. Disebutkan bahwasanya Umar bin Khattab pernah melihat Rasulullah mengusap serta mencium Hajar Aswad, seperti yang disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari:
“Sungguh, aku tahu bahwa engkau (Hajar Aswad)) hanyalah sebuah batu, yang tidak memberikan manfaat maupun keburukan bagiku. Andai saja aku tidak melihat Rasulullah SAW pernah menciummu (Hajar Aswad), maka akupun enggan untuk melakukannya.”
Hal ini menunjukkan bahwa tujuan menyentuh dan mencium Hajar Aswad adalah semata-mata untuk melaksanakani sunnah Rasullah semata. Dan mematahkan anggapan bahwa tujuannya untuk menyembah batu.
Menjadi saksi di hari kiamat untuk siapa saja yang menyentuh dan menciumnya
Photo by Giorgio Parravicini on Unsplash
Tidak heran apabila para jamaah haji dan umrah yang sedang melaksanakan ibadah ingin menyentuh dan mencium Hajar Aswad secara langsung. Karena Nanti di Hari Kiamat, Allah akan mendatangkan batu ini menjadi saksi bagi siapa saja yang mengusap dan menciumnya. Sesuai dengan hadits riwayat dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW telah bersabda,
“Demi Allah, Allah akan membangkitkan batu ini (Hajar Aswad) di yaumul akhir dengan mata serta mulut yang mampu berbicara. Sebagai saksi bagi siapa saja yang mengusap dan menciumnya dengan benar saat di dunia.”
Itulah sejarah dan keutamaan Hajar Aswad yang harus Anda ketahui. Semoga Anda semua dimampukan untuk beribadah ke Baitullah agar bisa menjadi salah satu orang yang mendapat kesempatan untuk mengusap dan mencium Hajar Aswad, ya!