Maksimalkan Ibadah Selama Umrah, Ini Dia Tips Berangkat ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kategori : Umrah, Tips, Ditulis pada : 28 Desember 2024, 15:14:14

Menjalani ibadah haji dan umrah pasti menjadi momen yang sangat diharapkan oleh kaum muslimin. Selain menjalankan rukun umrah, banyak kesempatan menjalankan ibadah lain antara lain sholat fardhu dan sholat sunnah. Apalagi, masjid yang dikunjungi adalah masjid yang bisa dibilang istimewa, yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Tentu berlipat ganda pahalanya saat melaksanakan ibadah di sana.

Sewaktu di tanah air, aktivitas berangkat ke masjid menjadi hal yang lumrah. Namun, menjadi luar biasa ketika Anda berada di baitullah. Ada beberapa hal lain yang harus Anda perhatikan sebelum berangkat ke masjid, baik itu ke Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Bayangkan, ada ribuan bahkan jutaan orang yang menunaikan ibadah di kedua masjid tersebut ketika musim haji dan umrah.

9.jpg

Photo by Mseesquare Shahiq on Unsplash

Nah, jangan sampai kesempatan Anda untuk memaksimalkan ibadah jadi terhalang karena kurangnya pengetahuan atau informasi seputar cara beribadah di masjid saat berada di Baitullah. Yuk, kita ikuti beberapa tips ketika berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi berikut ini!

Ketahui Jam-Jam Ketika Masjid Buka

Hal pertama yang harus Anda pahami adalah waktu masjid dibuka. Anda bisa mengantisipasi untuk datang lebih awal, sebelum masjid dibuka. Berangkatlah minimal sepuluh menit sebelum adzan berkumandang. Hal ini untuk menghindari kemungkinan berdesak-desakan dengan orang lain, saat memasuki Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Untuk Masjid Nabawi, pintu telah mulai dibuka satu jam jelang adzan subuh berkumandang. Sedangkan pada bulan Ramadhan, masjid terbuka selama 24 jam. Pintu masuk selalu lebih padat menjelang waktu sholat.

Perlu Anda ketahui, pintu masuk area Masjid Nabawi dibagi menjadi dua, jadi dibedakan pintu masuk antara jamaah pria dan perempuan. Jangan sampai tertukar, ya! Hal ini agak berbeda dengan Masjidil Haram, yang pintu masuknya jadi satu antara pria dan wanita. Dengan mengetahui detail seperti ini akan memudahkan untuk Anda saat hendak memasuki area masjid.

Mengetahui Letak Tempat Berwudhu

Sebaiknya, Anda sudah dalam keadaan berwudhu sebelum memasuki area masjid. Anda bisa menyisihkan waktu untuk berwudhu dari hotel tempat Anda menginap. Walaupun, Anda juga bisa dengan mudah menjumpai tempat-tempat wudhu di area masjid.

Usahakan agar Anda bisa menjaga wudhu selama ada di dalam masjid. Sebab, saat Anda sudah berada di area dalam masjid, terutama Masjidil Haram, pastinya sudah ramai dengan orang-orang yang juga bersiap untuk shalat. Ini juga mengantisipasi Anda tak perlu bolak-balik ke tempat wudhu.

Terutama bila Anda menghendaki shalat di shaf pertama dekat dengan Ka’bah. Sayang kan, jika Anda harus berpindah-pindah tempat lagi ketika telah menempati posisi shaf depan yang dekat dengan Ka’bah?

Amankan Sandal dan Bawa Alat Sholat

Berbeda dengan sholat di Masjid di tanah air yang mengharuskan lepas alas kaki di luar masjid, Anda diharuskan merawat sendiri alas kaki yang Anda bawa. Siapkan tempat khusus untuk sandal Anda ketika memasuki kawasan Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Misalnya, dengan membawa kantong atau tas kecil untuk menaruh sandal. Kemudian Anda bisa bebas membawanya ke dalam masjid, atau meletakkannya di tempat yang tersedia.

Nah, Anda juga harus menyiapkan alat sholat Anda sendiri. Misalnya sajadah atau tasbih yang biasa Anda gunakan untuk beribadah. Upayakan tidak saling meminjam peralatan sholat meski dengan teman sesama jamaah, agar tidak kerepotan dan lebih tenang selama beribadah. Jangan ribet, agar tak kehilangan waktu atau momen beribadah ketika di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Ketika Keluar Dari Masjid

Serupa ketika sebelum masuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Anda diajurkan untuk menunggu sejenak hingga situasinya relatif kondusif untuk keluar dari masjid. Biasanya, jamaah berebut untuk keluar dari masjid hingga berdesak-desakan. Untuk mengantisipasinya, tunggu 10 hingg 15 menit usai shalat berjamaah sampai lebih longgar.

8.jpg

Photo by Amien Taryamin on Unsplash

Anda dapat memakai acuan Tower Zam-zam untuk melihat letak pintu masuk dan keluar Masjidil Haram. Jangan lupa untuk menyiapkan sandal yang telah Anda bawa di tas sandal ketika keluar masjid. Usahakan selalu berada bersama rombongan jamaah Anda supaya tidak kesasar kembali ke penginapan.

Jika Anda Kesasar

Mengingat luasnya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, ada kemungkinan bila Anda terlepas dari rombongan atau kesasar. Jika Anda mengalami hal ini, tak perlu panik, karena kalau Anda panik akan makin membuat Anda kehilangan arah tujuan.

Apabila Anda tersesat sewaktu di Makkah, hal pertama yang bisa Anda lakukan yaitu menuju ke Masjidil Haram, kemudian carilah pintu masuk nomor 1 King Abdul Aziz Gate. Kalau Anda kesasar di Madinah, maka tunggu saja di pintu masuk Masjid Nabawi.

Mengapa harus menunggu di pintu masuk masjid? Ya, sebab di tempat itulah akan ada jamaah yang keluar masuk dan memungkinkan Anda berjumpa dengan jamaah asal Indonesia. Anda bisa bertanya atau meminta bantuan agar diantarkan ke rombongan Anda.

Nah, itulah beberapa tips ketika berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Anda pasti merasa beruntung mendapatkan kesempatan berkunjung ke dua masjid yang diistimewakan ini. Apalagi banyak sekali keutamaan yang bisa Anda dapatkan, salah satunya bisa berdoa di tempat-tempat yang mustajab contohnya berdoa di Hijir Ismail dan Raudhah. Selamat beribadah!

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id